
“Mau
sukses, mau punya ini dan itu, tapi hobi nya rebahan, ya lupakan aja mimpi nya”
celetuk seorang content creator dalam
sebuah unggahan yang ia balut dengan komedi.
Ternyata
banyak dari kita yang related dengan
pernyataan content creator tersebut. Personally, kata-kata itu sangat membuat
mata saya terbelalak tajam dan terhentak bangun dari tempat tidur yang buat
nyaman untuk bermimpi.
Salah
satu temen saya juga sering bilang bahwa, jika kita tidak mau tertinggal dengan
yang lain, ya kita perlu meng-upgrade diri
kita. Mulai dari skill sampai dengan kemampuan
kita dalam beradaptasi dengan apa yang terjadi di ruang lingkup kehidupan kita.
Karenanya,
hal-hal tersebut membuat saya kembali terbangun. Sebenarnya sangat disayangkan
yah jika harus dibangunkan terus-menerus.
Makannya
pagi-pagi tadi bergegas buka laptop, menyalakan music kesukaan, dan tak lupa
menyeruput kopi yang aromanya selalu membuat saya jadi melek dan semangat.
Bicara
upgrade, saya sendiri sih memulainya
dengan hal-hal yang saya sukai, apa yang saya minati atau geluti saat ini. Biar
ada pemacu untuk bisa lebih baik dari sekarang.
Well, karena itu, tadi malam tepat nya hari Kamis, 17 Desember 2020 saya seneng banget bisa ikut nonton IG live dari seorang Senior Blogger dan juga Founder Komunitas Teh Ani Berta.
![]() |
Instagram @ani.berta |
Dalam
IG live yang bertajuk “Me & Inspiring
One’s” itu, Teh Ani mengundang narasumber yang mebuat saya pribadi berhasil terpancing untuk menontonnya.
Narasumber
tersebut adalah Maria Y Benyamin – Pemimpin Redaksi Bisnis Indoneisa. Tentu sepak
terjangnya di dunia jurnalis dan tulis menulis sudah tak perlu diragukan lagi.
Karenanya,
topik yang diangkat oleh Teh Ani dalam IG live nya tadi malam adalah “Tips
Menulis Feature Stories”.
Membaca
topik tersebut, membuat saya jadi flashback
ke beberapa tahun lalu, ketika belajar mata kuliah “Penulisan Media
Internal PR” di kampus.
Di mata
kuliah tersebut, saya dibawa untuk mengenal berbagai jenis berita dalam dunia
jurnalistik. Salah satu jenis berita nya, yang dibahas oleh Teh Ani dan Mba Maria di IG live tadi malam.
Live
mereka sangatlah berisi dan membuat saya jadi tertarik untuk terus menontonnya,
apalagi ketika Mba Maria membahas tentang perlu nya “rasa bahasa” dalam
tulisan.
Sontak membuat saya langsung mengajukan pertanyaan di kolom komentar live, terkait tips membangun “rasa bahasa” tersebut.
![]() |
IG live "Me & Inspiring One's |
Well, sebelum saya tulis
jawaban dari Mba Maria terkait pertanyaan saya tadi, saya mau mengajak
temen-temen mengenal jenis-jenis berita dalam dunia jurnalistik yang saya dapat
semasa kuliah beberapa tahun lalu.
Empat Jenis Berita Menurut Penyajiannya
Berikut
adalah 4 jenis berita menurut penyajiannya dalam dunia jurnalistik yang saya kutip
dari mata kuliah Penulisan Media Internal PR :
1. Straight
News ( Hard News ) yaitu
berita mengenai kejadian-kejadian yang terbaru dan mengandung unsur penting dan
menarik, tanpa mengandung pendapat-pendapat penulis berita. Jenis berita ini
harus ditulis secara ringkas dan singkat dalam laporannya, namun tetap tidak
mengabaikan kelengkapan data dan objektivitas.
2. Soft
News
( sering disebut juga Feature ) yaitu
berita yang menyangkut kemanusiaan serta menarik banyak orang termasuk
kisah-kisah jenaka, lust ( menyangkut
nafsu birahi manusia ), dan keanehan (
oddity ).
3. Feature
(
berita kisah ), yaitu berita yang disajikan dalam bentuk yang menarik
menggunakan pelacak latar belakang suatu peristiwa dan dituturkan dengan gaya
bahasa yang menyentuh perasaan.
4. Reportase, yaitu berita yang berbentuk
laporan kejadian ( berdasarkan pengamat dan sumber tulisan ), serta
mengutamakan rasa keingintahuan pembaca.
Nah
setelah membaca dan mengenali jenis-jenis berita berdasarkan penyajiannya tadi,
kira-kira mana nih yang temen-temen sukai?
Jika
teman-teman baca, di jenis berita feature
ada kalimat seperti ini “dituturkan dengan gaya bahasa yang menyentuh perasaan”.
Nah inilah yang Mba Maria bahas tentang “rasa bahasa”
Bahwa,
betapa pentingnya menaruh “rasa bahasa” kita ke dalam sebuah feature stories. Rasa bahasa itu sendiri
bagaimana kita bisa menanamkan perasaan kita dan menyampaikannya melalui gaya
bahasa kita.
Karena
hasrat, jiwa dan raga saya ini kepo berat dengan rasa bahasa tersebut,
muncullah pertanyaan yang saya ajukan ke Mba Maria tadi. Inget kan pertanyaan
saya tadi terkait apa? coba scroll
lagi ke atas hehe.
3 Tips Membangun Rasa Bahasa Dalam Sebuah Tulisan
Berikut adalah jawaban dari Mba Maria terkait “Tips Membangun Rasa Bahasa Dalam
Sebuah Tulisan” :
1. Banyak Membaca
Membaca
ini memang banyak bentuknya, tetapi untuk membangun rasa bahasa, sebaiknya
perbanyak bacaan dalam bentuk novel atau cerpen.
Menurut
Mba Maria, novel dan cerpen memiliki banyak padanan kalimat dan gaya bahasa
yang sangat kaya. Hal tersebut bisa membuat kita kedepannya kaya akan kata dan
gaya bahasa.
2.
Libatkan Emosi
Libatkan
/ memasukkan emosi ke dalam sebuah tulisan, membuat tulisan kita menjadi lebih
berbahasa. Emosi di sini adalah perasaan. Jadi mulai dari rasa bahagia, kecewa,
sedih, dan perasaan-perasaan lainnya.
3.
Praktek..!!
Setelah
nomor 1 dan 2 sudah kita lakukan, selanjutnya kita tinggal praktekkan saja ke
dalam tulisan kita.
Saat
ini saya sedang coba menjalankan tips dari Mba Maria nih. Semoga saya dan
temen-temen yang akan mencoba tips ini bisa berhasil yah.
Ingat,
kalau masih dirasa gagal / belum puas dengan hasilnya jangan langsung berhenti,
kita coba lagi dan lagi sampai mendapatkan tulisan feature stories yang lebih baik. Ingatlah juga bahwa kita ingin
meng-upgrade apa yang ada dalam diri
kita.
Baca Juga : Dapat Pekerjaan Dari Skill Autodidak
Begitupun
yang sudah berhasil, jangan berpuas diri, terus belajar dan upgrade lebih tinggi lagi.
Well, buat temen-temen yang ketinggalan IG live tadi malam, bisa temen-temen tonton di IG TV nya Teh Ani Berta yah. Jangan lupa untuk follow juga IG nya Teh Ani, biar nggak ketinggalan “Me & Inspiring One’s” episode berikutnya.
Stay safe and stay healthy. Adhe Albian
signing out…!
Very inspiring... nice article ...
ReplyDeleteThankyou Kak Rianti ;)
DeleteWah saya ketinggalan ikutan, tapi merasa sangat puas dengan hasil liputan ini. Benar nich saya perlu sekali belajar tentang "rasa bahasa". Trima kasih banyak 3 tips rasa bahasa. Segera praktek.
ReplyDeleteAku nonton juga nih tapi kalau gak di tulis emang jadi lupa ya. Makasih loh aku jadi kaya lagi di ingetin lagi. Harus mulai rajin bac Lagi nih. Aku biasanya suka Novel.
ReplyDeleteNah, tipsnya itu yang nampol, praktek..praktek..praktek .
ReplyDeleteBiar makin sering latihan menulis, makin berasa rasa bahasanya yaa.
Makasih loh sharingnya, jadi pengen ngopi dulu biar syeger nih.
Waduuh saya gak nyadar ada sharing tentang menulis dari IG ISb, duuhh saya nih pelupa banget :(
ReplyDeleteMantep sekali nih tips nya, saya dulu juga kepikiran untuk menjadi jurnalis dan sampai sekarang kadang masih berpikir terus tentang itu, hehehe.
Tips nya boleh juga nih patut di coba, terima kasih mbak atas sharingnya :)
Gak salah deh ikut ISB ya, banyak banget share dari narsum berkualitas kaya gini, aku suka nih gaya penulisan feature ketimbang gaya menulis hard news
ReplyDeletekemarin saya nggak bisa ikut kelasnya mbak Maria Y Benyamin – hiks
ReplyDeletekarena butuh materinya banget. Emang sih kita bisa baca sana sini dan mempraktekan, tapi kan lebih mantap langsung dengan pakarnya ya?
Wah keren acaranya, sebagai pemula saya berterima kasih udah diberikan tips membangun rasa bahasa. Sebab terkadang saya masih merasa kaku dalam menuliskan bahasa dan kurang sekali penjiwaan dalam tulisan saya.
ReplyDeleteTanpa disadari sebenarnya kita yang menulis di blog sudah membuat tulisan bergaya feature ya karena disampaikan dengan penuh perasaan dan disertai adanya data juga
ReplyDeleteBagus nih mba, materinya. Jadi inget jaman kuliah dulu aku belajar jurnalistik, materinya juga sama begini. Ilmunya masih kepakai banget sampai sekarang buat ngeblog
ReplyDeleteWah betul kuncinya ada dipraktek ya mba kalau saya tipikal penulis hard news sepertinya karena blm bisa mengharu biru kan pembaca dalam tulisan hehehe
ReplyDeleteDaging nih artikelnya. Saya sendiri baru tahu tentang empat jenis berita dari ini. Dannnn memang bener banget untuk memperkaya bahasa, kita perlu banyak membaca novel. Saya menyadari ini karena Vocabularies saya terbatas dan sulit mengungkapkan sesuatu yang abstrak. Apalagi ditambah genre bacaan non fiksi yang itu itu aja, jadinya vocabnya ya seputar itu doang.
ReplyDeleteDari 4 jenis tulisan berarti feature ya yg sering blogger tulis di blog. Kalo jenis tulisan lain belum familiar krn bukan bidangnya haha
ReplyDeleteNulis feature ini memang harus pintar ya, mbak mengolah katanya biar pembaca bisa tertarik membaca tulisan kita
ReplyDeleteRasa bahasa mirip story telling kah mas Adhe? pemilihan kata dan cara mengalirkan berita seperti sebuah cerita? Aku ketinggalan IG live waktu itu... untungnya tulisan Mas Adhe ini ingetin untuk liat lagi di IG teh Ani, makasih
ReplyDeleteHai juga mas Adhe.. Terimakasihh sudah membuat ringkasannya ya. Kmrn pas ikutan Ig live saya kepotong-potong nih.
ReplyDeleteSoal rasa bahasa dengan memasukkan emosi ini emang relate banget ya, jadi tulisan kita pun bakalan enak dibaca dan menyntuh gt yaa
makasih banyak tips dan informasi nya bermanfaat banget biar makin semangat nih kerja keras 💪💪
ReplyDeleteNoted untuk ulasannya mas, yang terpenting banyak membaca dan terus praktek juga ya
ReplyDeleteKalau lihat dari 4 kategori di atas, berarti saya suka jenis tulisan feature.
ReplyDeleteBtw, bawaan Teh Ani memang suka bikin semangat dan bangun dari beragam perasaan yang lagi down lalu balik ke trek yang udah dibangun.