“Gimana
kalau kamu gabung ke ekskul kita dhe?” tanya Kepala Bidang Kesiswaan ke saya
dengan senyum lebar nya.
Walaupun
sempat ragu karena ada beberapa kekhawatiran yang hinggap di kepala, namun pada
akhirnya saya pun menjawab dengan lugas dan senyum lebar juga “Baik Bu”
Well, kalau man teman sempat baca tulisan ku tentang masa indah saat di SMK, saya menulis di sana bahwa saya pernah dijuluki sebagai Justin Timberlake nya sekolah.
Bisa baca di sini yah : Masa SMA Dari Belajar Di Kosan Guru Sampai Dijuluki Justin Timberlake Sekolah
Salah
satu alasannya, karena gerakan badan aku saat menari dinilai mereka sangat
luwes dan lentur, sehingga julukan tersebut hinggap ke saya.
Yes
Menari…
Banyak
sebagian orang masih meng underestimate dengan dunia tari, terlebih kalau
seorang cowok yang menari pasti anggapan-anggapan yang jelek tuh selalu hinggap
di telinga saya.
Buat
saya sih nggak masalah, hobi saya yah hobi saya, selain tentunya membuat hati
saya senang menjalankan hobi, toh hobi saya juga nggak merugikan siapapun.
Kesempatan Yang Datang Dari Hobi Menari
Dari
hobi menari saya tersebut, saya memberanikan untuk mengikuti lomba yang
diadakan di sekolah, saat itu saya di temani dengan 5-6 temen cewek. Jadi saya
adalah satu-satunya cowok di group dance itu.
Pengalaman
pertama tampil di depan guru dan juga siswa-siswi satu sekolah membuat saya
gugup, tapi gugup itu hilang ketika teman-teman sekelas bersorak ramai dan
meneriakkan nama ku dengan semangat nya.
Walaupun
tak mendapatkan posisi juara pada saat itu, tapi saya berhasil dilirik oleh
Kepala Bidang Kesiswaan.
Beberapa
hari setelah lomba itu, beliau memanggil saya ke ruangannya, beliau meminta saya
untuk bergabung di Ekskul Menari dan bergabung dengan team yang sudah ada.
Team
yang sudah ada tersebut adalah kumpulan cewek-cewek yang sering menari modern
dance dan beberapa kali mendapatkan juara dibeberapa kompetisi dance.
Siapa
yang tidak mau ya kan?
Seperti
yang tadi saya sampaikan di atas tadi, walaupun pada saat awal ragu, tetapi berujung
dengan jawaban “baik bu”.
Setelah
bergabung dengan ekskul ini, saya dipercaya untuk membuat choreography bersama partner
saya yang pada saat itu dijuluki Britney Spears nya sekolah.
Jadi
di sekolah saya tersebut ada Justin Timberlake dan Brtiney Spears lho man
teman hehe.
Walaupun
dalam hati kita berdua mah sangat jauh sekali dari Justin dan Britney. Tapi
julukan tersebut juga tak hanya membuat kita bangga tapi membuat kita lebih bertanggung jawab.
Pengalaman Leadership Dimulai Dari Menari
Coba mana tadi nih orang nya yang udah meng understimate menari / cowok yang jadi penari itu jauh dari manly lah, lembek lah dan segala anggapan-anggapan jelek lainnya.
![]() |
Photo hanya pemanis karena nggak nemu photo nari pas SMA ( dokpri ) |
Buat
saya pribadi, menari itu sama hal nya dengan kamu mencintai hobi mu juga.
Katakanlah hobi olahraga main sepak bola atau hobi lainnya.
Semuanya
dilakukan sepenuh hati, dan hal tersebut tentunya berdampak baik untuk diri
kita, mulai dari mental juga fisik, betul kan yah?
Jadi
jangan pernah menganggap remeh apapun termasuk hobi orang lain.
Well,
dari pengalaman pertama untuk memberanikan ikut lomba nari sampai dengan diajak
gabung ke Ekskul tari di sekolah, buat saya itu merupakan pencapaian yang sangat
berkesan.
Dari
ekskul tersebut saya dipercaya untuk menjadi choreographer dan juga penari di
team.
Pengaruhnya ke Leadership di Kehidupan Saat Ini
Di
posisi tersebutlah saya jadi belajar bagaimana cara membuat strategi, cara
handle anggota team dengan banyak kepala, cara mengambil keputusan, cara solving problem, mulai dari penari ada
yang nggak datang latihan sampai dengan masalah kostum dan juga sederet
pembelajaran yang lainnya.
Tanpa disadari ternyata pembelajaran / pengalaman tersebut membawa saya memiliki sedikit banyak ada sisi leadership nya lho man teman.
Membawa saya juga untuk menjadi pribadi
yang mandiri, pribadi yang suka sekali organize apapun, pribadi yang senang saat ditunjuk untuk mengurus suatu project tertentu,
dan tentu menjadi pribadi yang ingin belajar mengenai apapun.
Maaf
bukan bermaksud bertinggi hati, tapi hal tersebut memang sangatlah memotivasi
saya pribadi untuk selalu siap menjadi yang lebih baik lagi dan lagi.
Saya
rasa, saya juga nggak sendiri di sini, pasti banyak yang mengalami hal serupa
di sekolah, entah menjadi leader atau menjadi seksi-seksi di ekskul nya.
Semuanya pasti mendapakan pengalaman yang luar biasa, karena kalau kita nggak mencoba masuk ke eksul sekolah, mungkin pengalaman-pengalaman tersebut baru kita dapat setelah lulus dari SMA.
Tapi kita sudah melangkah lebih dulu dibanding
siswa-siswi yang lain.
Jadi
kita juga nggak perlu takut / malu untuk bergabung di eksul sekolah, terlebih
lagi ekskul tersebut sangat menarik perhatian kita dan juga membuat kita punya
pengalaman berorganisasi dan menjadi seorang leader.
Sayang
banget sih dokumentasi-dokumentasi pada saat ikutan lomba-lomba nari di sekolah
entah kemana. Ya walaupun nggak ada dalam bentuk dokumentasi, tetapi kenangan
tersebut takkan hilang dan akan selalu dalam ingatan.
Oiya kalau man teman, pernah punya pengalaman ikut eksul apa nih di sekolah nya dan seberapa besar pengaruh nya terhadap leadership di kehidupan saat ini? share juga dong, biar saling berbagi pengalaman di eksul sekolah. Ditunggu yah..!!
Stay safe and stay healthy. Adhe Albian
signing out…!
Comments
Post a Comment