Rumus Mengatur Keuangan |
Pandemi
sudah setahun berlalu. Pandemi berhasil membuat saya jungkir balik, putar otak
dan melakukan segala cara untuk tetap bisa bertahan menjalani hidup.
Walaupun
saat ini masih berstatus pandemi, rasanya cukup satu tahun saja yah jangan
lama-lama. Saya dan teman-teman yang lain sudah rindu untuk kembali menjalani
kegiatan seperti sedia kala tanpa rasa takut dan cemas.
Saya
rasa teman-teman sependapat dengan pernyataan tersebut. Mengingat saya bukanlah
satu-satu nya yang mengalami hal itu. Pandemi ini membuat semua orang tanpa kecuali
melakukan berbagai hal untuk bertahan hidup.
Banyak
orang yang kehilangan pekerjaan dan akhirnya mengandalkan tabungannya, lambat
laun tabungan pun semakin hari semakin menipis, pengeluaran jalan terus tapi
pemasukannya tidak ada.
Bicara
keluar masuk uang, sampai dengan saat ini saya terus mencoba untuk
mempraktekkan segala cara “mengelola uang” salah satu nya adalah dengan
mencatat pengeluaran-pengeluaran kecil. Tapi, belum berhasil di saya.
Bukan
karena bentuk cara nya, tapi saya merasa ada yang salah dalam merencanakan /
mengelola perhitungan uang masuk dan
uang keluar saya.
Bak dayung bersambut, beberapa hari lalu tepat nya pada hari Minggu, 20 Maret 2021, saya mengikuti sebuah webinar Ngopi Bareng Bang Amar dengan tema “Bijak Merencanakan Keuangan” bersama Bank Amar dan Tunaiku di Zoom Meeting.
Ngopi Bareng Bang Amar "Bijak Merencanakan Keuangan" |
Webinar
semacam ini memang saya tunggu-tunggu, karena saya ingin tahu betul bagaimana cara mengelola /
mengatur keuangan saya terlebih di masa pandemi seperti ini.
Webinar
yang berlangsung selama kurang lebih 2 jam tersebut menghadirkan 2 narasumber
yang tentunya sudah ahli dalam dunia keuangan.
Mereka
adalah Aidil Akbar Majid – Perencana Keuangan Senior dan Ghaida Nuris Tsara –
Coordinator Referral Program Tunaiku Amar Bank.
Sebelum
saya bahas mendalam tentang bagaimana bijak dalam merencankan / mengatur keuangan kita,
Mas Aidil menjelaskan ke kita semua bahwa “Dalam merencanakan keuangan, poin
utama yang paling penting adalah uang kita harus sehat”.
“Kesehatan tubuh memang penting, tetapi
kesehatan uang juga tak kalah penting” Tambah Mas Aidil dengan lugas.
PISAHKAN KEUANGAN MU
Bagi teman-teman yang sudah berkeluarga / hidup mandiri dan juga mempunyai sebuah usaha, silahkan memisahkan keuangan teman-teman ke dua bagian ini :
Keuangan Keluarga
Selain
sehat secara keuangan, dalam keuangan keluarga, teman-teman perlu sekali tahu
untuk membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan mana yang menjadi keinginan.
Jika
keinginan lebih tinggi daripada kebutuhan, harapan untuk memiliki keuangan yang
sehat sepertinya akan sulit. Karenanya, perlu meminimalisir keinginan dan
utamakanlah kebutuhan.
Kalau
sudah di tahap itu, jangan lupa sisihkan uang untuk ditabung dan investasi. Keuangan keluarga sudah teratur, saat nya teman-teman mengatur keuangan usaha.
Keuangan Usaha
Teman-teman yang saat ini sedang menjalakan usaha tapi merasa uang nya stuck di situ-situ saja, coba kembali
evaluasi keuangan usaha mu. Apakah dalam menjalankan usaha, teman-teman :
-
Sudah bisa menentukan biaya?
-
Sudah bisa menentukan harga jual?
-
Sudah bisa membayar cicilan?, dan
-
Sudah bisa mengatur cash flow keuangan?
Nah
silahkan teman-teman cek dan jawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.
Dalam
mengatur keuangan, Mas Aidil menyampaikan pentingnya mengecek keuangan kita
setiap saat. Harus rajin control juga agar tidak kebablasan dalam mengeluarkan
uang. Karena nya, financial checkup
sangat diperlukan.
FINANCIAL CHECKUP
Dalam
financial checkup, teman-teman perlu
cek, catat dan hitung ulang semua nya mulai dari :
-
Hutang
Kurangi
bahkan hilangkan hutang-hutang yang sifat nya konsumtif.
-
Kekayaan Bersih & Cash Flow ( uang masuk – uang keluar )
Cash flow yang
baik adalah ketika uang masuk dikurangi uang keluar hasil nya masih mempunyai
sisa. Sisa yang baik / sehat adalah di atas 10% , semakin banyak tentu semakin bagus.
Dari
sisa tersebut kita bisa sisihkan untuk tabungan dan juga investasi.
-
Dana Darurat
Dana
yang dikeluarkan untuk hal-hal yang tidak terduga. Jadi, jika ada dana darurat
maka aset yang kita punya akan aman.
-
Asuransi dan Investasi
Biaya
kesehatan dan perawatan sangatlah mahal, karena nya kita wajib sekali mempunyai
asuransi atau minimal punya BPJS.
Untuk investasi, sesuaikan dengan kebutuhan dan perhatikan jangka waktu sesuai dengan tujuan tertentu seperti menikah, persalinan, dll.
Yuk mulai cek keuangan kita dan belajar memisahkan keuangan keluarga dan usaha dengan rumus mengatur keuangan.
RUMUS MENGATUR KEUANGAN
Jika teman-teman dalam waktu tertentu mempunyai target untuk menikah, pergi umroh, beli rumah atau target-target lain yang ingin diwujudkan, maka perlu sekali memperhatikan dan mempraktekkan rumus keuangan berikut :
Rumus Mengatur Keuangan |
Coba hitung yuk..!!
Misalnya
teman-teman mempunyai penghasilan Rp. 5.000.000,- / bulan maka :
- 40% untuk kebutuhan pokok yang harus dikeluarkan adalah Rp. 2.000.000,-
- 30% untuk membayar cicilan maksimal Rp. 1.500.000,-
- 20% untuk masa depan Rp. 1.000.000,-
- 10% untuk kebaikan Rp. 500.000,-
Rumus
ini sepertinya akan saya terapkan, walaupun penghasilan setiap bulan yang tidak
menentu, tapi perhitungan dalam rumus ini sangatlah masuk akal.
Saya harus berterima kasih nih kepada Mas Aidil yang mau membagikan ilmu nya terkait rumus dalam merencanakan / mengelola keuangan. Kalau tidak ada rumus ini, maka keuangan saya dan mungkin juga teman-teman akan terus menerus habis begitu saja.
Saat Menyimak Webinar Bank Amar dan Tunaiku |
Jika
sudah habis, maka banyak orang yang melakukan “jalan pintas” dalam mendapatkan
keuangan salah satu nya adalah melakukan pinjaman online.
PINJAMAN ONLINE
Sebelum
benar-benar memutuskan untuk mengambil pinjaman online, teman-teman perlu
sekali tahu bahwa berhutang itu memang diperbolehkan, tapi hutang tersebut digunakan
untuk sesuatu yang produktif bukan konsumtif.
Misalnya untuk pembelian rumah, biaya pendidikan, membangun usaha dan investasi. Diluar itu, teman-teman perlu pikir matang-matang lagi yah untuk melakukan pinjaman online.
Coba diintip lagi rumus keuangan tadi, maksimal bayar cicilan adalah
30% dari jumlah penghasilan kita. Jadi jangan gara-gara tergiur “tawaran” dari
peminjam, malah mengabaikan rumus keuangan tadi yah.
Jika
menurut teman-teman perhitungannya masih sesuai rumus dan sudah dipikirkan
matang-matang, maka 7 hal ini perlu teman-teman
perhatikan dan pertimbangkan ketika memutuskan untuk melakukan pinjaman online
:
1.
Terpercaya & Reputable
2.
Terdaftar di OJK
3.
Limit relatif besar
4.
Cicilan yang bisa panjang
5.
Jaminan?
6.
Bunga kompetitive
7. Ada Aplikasi online di platform ( Playstore / Appstore )
Terkait aplikasi online, kita semua memang mau tidak mau, suka tidak suka harus mengikuti perkembangan zaman.
Hidup
di zaman dengan kecanggihan tekhnologi dan era digital membuat semua perusahaan
termasuk perusahaan pinjaman online melakukan segala hal agar bisa menjangkau
ke semua lapisan masyarakat.
Salah
satu nya adalah dengan mengeluarkan sebuah aplikasi yang bisa diakses /
didownload melalui perangkat handphone. Selain tentu bisa menjangkau semua
lapisan masyarakat, adanya aplikasi ini membuat pengguna nya merasa jadi lebih
mudah, tidak ribet, lebih cepat dan contactless.
Peluang
tersebut langsung ditangkap oleh sebuah perusahaan Pinjaman Online dari Bank
AMAR yaitu Tunaiku.
TUNAIKU
Mba Ghaida Tsara selaku Coordinator Referral Program Tunaiku - Amar Bank secara detail menjelaskan :.
Amar Bank ingin memastikan bahwa semua lapisan masyarakat mendapatkan layanan keuangan yang terpercaya, terjamin, dan dapat berkontribusi terhadap peningkatan taraf kehidupan. Karena nya, Amar Bank menyediakan sebuah aplikasi yang dapat melayani dan menjangkau masyarakat melalui Tunaiku.
Tunaiku
adalah sebuah platform pinjaman digital tanpa agunan dari PT. Bank Amar
Indonesia Tbk yang memberikan solusi financial bagi masyarakat yang kurang
terlayani atau belum dilayani oleh Lembaga Keuangan Formal.
Yang pasti, Tunaiku ini sudah memenuhi ke 7 hal yang harus diperhatikan / pertimbangkan dalam melakukan
pinjaman online.
Secara lugas Mba Ghaida Tsara juga menambahkan "Pinjaman
online di Tunaiku ini biasanya dikeluarkan untuk yang sifat nya produktif seperti
Merenovasi Rumah, Modal Usaha dan Biaya Pendidikan".
Sejauh
ini Tunaiku sudah berhasil menyalurkan dana pinjaman kepada customer nya sejumlah
lebih dari 4,7 Triliun Rupiah. Wow..!
Ohiya, Tunaiku sudah ada di aplikasi lho dan sudah bisa teman-teman download di Playstore dan Appstore.
Tapi sebelum melakukan pinjaman di Tunaiku, cek syarat-syarat nya dulu yuk :
Syarat Melakukan Pinjaman Online Tunaiku |
Lagi
dan lagi, yang harus selalu diperhatikan setiap memutuskan untuk melakukan pinjaman adalah pastikan pinjaman tersebut sifat nya produktif bukan yang konsumtif.
Ohiya
jika ada teman-teman yang freelancer seperti saya dan ingin mendapatkan
penghasilan tambahan, Tunaiku memberikan kabar gembira yaitu Referral Program.
Apa Itu?
REFERRAL PROGRAM TUNAIKU
Program
Referral adalah bagian dari program Tunaiku Amar Bank yang memberikan kesempatan
untuk siapa saja agar dapat menjadi pemberi referensi pinjaman Tunaiku.
Agen Referral Tunaiku akan mendapatkan komisi setiap bulan sesuai dengan skema program Referral yang diikuti.
CARA GABUNG DI REFERRAL PROGRAM TUNAIKU
Buat teman-teman yang ingin mengetahui lebih detail dan ingin bergabung di referral program Tunaiku, cara nya sangat mudah kok, cukup dengan scan barcode berikut ini yah :
Cara Bergabung di Referral Program Tunaiku ( Doc : Tunaiku ) |
Jika sudah mendapatkan penghasilan tambahan, jangan sampai kebablasan yah. Inget-inget lagi rumus perencanaan keuangan dari Mas Aidil tadi.
Semoga
setelah menemukan rumus keuangan yang tepat, saya dan teman-teman semua dapat
dilancarkan rejeki nya dan dapat mengelola nya dengan baik dan bijak.
Stay safe and stay healthy. Adhe Albian
signing out…!!
Pengaturan keuangan di masa pandemi gini ? klo aq sih yesss
ReplyDeleteApalagi Ibu Rumah Tangga yah kak, keuangan wajib banget di-maintance biar nggak kebablasan belanja ini dan itu yang bukan kebutuhan.
DeleteInfonya bermanfaat, jadi tahu finansial check up 😁
ReplyDeleteTerima kasih Kak, iya financial checkup nya jangan lupa dicek yah ;)
DeleteBener lho soal pemisahan keuangan antara bisnis dan pribadi, beneran harus ketat soal ini. Banyak yang bisnisnya kalang kabut karena gagal memisahkannya. Itulah perlunya juga financial check up biar ketauan kondisi keuangan dan harus bagaikmana
ReplyDeleteSetuju Bang Aip. Semoga dengan adanya financial checkup kita semua disehatkan yah keuangannya aamiin ;)
DeleteRumus menghitung pengelolaan keuangan ini masih terus kupelajari euy, lumayan berat mikirinya klo freelance kayak aku haha.
ReplyDeleteKudu pinter2 ngatur uang biar gak kehabisan sblm invoice cair.
Suka banget dengan konsep kesehatan keuangan juga penting dalam hidup ini. Semoga makin banyak yang sadar pentingnya financial check up dan membeli Peer and Peer Lending dari Amar Bank.
ReplyDeleteRumus persentase di atas memang yang paling masuk akal untuk dipraktikkan. Saya sendiri sudah mempraktikkannya. Tentunya dengan customize sedikit sesuai kebutuhan
ReplyDeleteMengatur keuangan itu gampang-gampang susah, cuman susahnya itu harus konsisten untuk belajar berhemat dan gunakan keuangan sebaik mungkin atau untuk membeli kebutuhan penting.
ReplyDeleteKalau masalah keuangan ini jadi pr besar nih buat saya, mulai sekarang mau belajar hemat serius nih
Financial check up nih penting tapi entah kenapa jarang dilakukan. Terima kasih sudah mengingatkan ya. Smoga makin semangat juga aku untuk mengatur keuangan :)
ReplyDeleteBuat yang clueless mengatur keuangan, rumus di atas sangat membantu kak.Supaya semua kebutuhan tetap terakomodir dan bisa nabung juga investasi
ReplyDeleteHai Mas, wah ternyata kita ikutan webinar yang sama ya kemarin?
ReplyDeleteBenar, insight baru sih buat aku pribadi tentang rumus alokasi penghasilan itu. Biar ngga kebablasan di akhir bulan. Btw, salam kenal ya
saya suka banget kalau Aidil Akbar Majid jadi pemateri
ReplyDeletecara penyampaiannya bagus sehingga materi menjadi mudah dicerna
Nah, aku lagi butuh banget info ini. Soalnya masih suka bingung mengalokasikan uang yang bagus itu seperti apa. Selama ini cuma target jangka pendek aja yg dipikirin. Huhu
ReplyDeleteAku belum konsisten untuk pilah2 dana yangbtersedia biasanya diatur diawal2 selebihnya yo wes ga teratur
ReplyDeleteTerimakasih infonya, bermanfaat banget sebagai pengingat diri.
ReplyDeleteWah 20% untuk dana masa depan ya.. harus menambah penghasilan nih hehe... Aku lagi besar2nya biaya di sekolah anak2 nih karena ada dua yg mesantren lumayan berat juga... Mudah2an bisa buka peluang pendapatan lain jadi bisa 20% utk masa depan.
ReplyDeleteIya sih ya. Kalau pun mau berhutang ya dilihat lagi, apa si calon hutang tadi untuk kebutuhan yang produktif atau malah yang konsumtif ya.
ReplyDeleteSama belajar membedakan keinginan dan kebutuhan. Nggak mudah tapi bisa.
Penting banget ini ngatur uang selama pandemi gini ya kak. Jadi bisa bikin kantong gak kering2 amat klo akhir bulan..
ReplyDeleteRumus atur uang ini banyak sekali godaannya, harus bener-bener konsisten. Apalagi menjelang puasa dan lebaran nanti banyak kebutuhan
ReplyDeleteAku dari awal pandemi memang sudah menerapkan hal di atas mas adhe tapi, alhamndulillah lancar. Tapi yang namanya aku ya pasti sesekali suka ambil uang yg sudah ditabung gtu eh, lama2 menipis juga. Perlu sih ilmu begini dimasa kayak gini biar gak banyak2 spand uang di hal2 yg tidak menguntungkan kita yes.
ReplyDeleteZaman sekarang memang banyak sekali yang melakukan pinjaman online. Solusi mudah pastinya untuk yang membutuhkan duit di masa kini. Mengatur keuangan memang penting sekali karena terkadang belum akhir bulan sudah kehabisan uang.
ReplyDeleteDi pandemi ini tidak hanya jaga daya tahan tubuh aja ya, tapi juga daya tahan keuangan agar tidak boncos, makanya perlu kelola finansial dengan rumus 40-30-20-10 ini
ReplyDeleteRumus keuangan ini aku sudah aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, benar-benar sangat membantu loh.
ReplyDeletekak adhie, rumus mengatur keuangan ini udah standar baku kah? kalau yang punya usaha gimana ya? karena penghasilan harian kadang agak susah juga mengatur dengan angka seperti ini karena nominalnya gak tentu. kalau besar tentu enak, kalau kecil, kadang gak bisa buat save bahkan
ReplyDeleteBAiklah, noted banget rumus mengatur keuangannya, yang sebenrnya lagi dijalankan juga. Cuma terkadang pemisahan uang usaha dan personal masih agak berantakan hahhaa. Semoga makin bijak kitaa semua mengatur keuangan apalagi di masa pandemi gini.
ReplyDeleteSoal pisahkan keuangan ini noted banget. Aku udah ngerasain gimana ribetnya nyampur keuangan keluarga dan bisnis :D
ReplyDeleteWah berfaedah bgt ini acara ngopi bareng Bank Amar. Alhamdulillah kalo saya berprinsip gak mau ngutang. Mending berhemat klo emang lg ada pengeluaran besar gitu.
ReplyDeletedi masa pandemi gini, kita emang harus lebih pintar lg ya kelola keuangannya. apa lg yg rumus misahin uang gitu 👍
ReplyDeleteKeren ya kak Tunaiku ini bisa jadi doubel solusi terutama untuk program referralnya
ReplyDeleteBagus banget materinya, jadi banyak belajar nih untuk memanage keuangan, karena selama ini masih belum tertata hiks
ReplyDeleteWah thanks infonya ya, aq paling tidak bisa mengatur Keuangan, usaha aq gulung tikar krn financial management berantakan
ReplyDelete